Akhiri Pola

Sudah saya bilang kan, Simulakra Kwetiau akan saya selesaikan tahun ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus bisa mendapat endingnya. Semoga dapat akhir yang bagus.

Prolog, sebagai masa kejadian yang bahkan belum terbaca arah ceritanya. Jujur saya pun terkejut. Tidak pernah sedikitpun terpikir kalau kamu yang waktu itu saya lihat, masih medioker, dan chupu itu justru jadi inti cerita ini. Continue reading

Posted in Tak Berkategori | Leave a comment

Sjahrir dan Maria Dinyalakan Api Idealisme Pergerakan, Meredup Oleh Jarak

Salomon Tas dan Sutan Sjahrir satu aliran dalam pandangan ideologi. Mereka sama-sama berhalauan kiri yang lahir dari keluarga sederhana, terdidik, serta amat antikolonial. Keduanya bertemu saat sama-sama menjadi anggota Social Democratische Studeten Club (Perkumpulan Mahasiswa Sosialis Demokrat).

Tas berdarah Yahudi mungkin tak menyangka istrinya kelak akan menjadi istri sahabatnya sendiri. Semua bermula saat Tas mempersilakan Sjahrir untuk tinggal bersama istrinya; Maria Johanna Duchateau dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil di sebuah apartemen di Amsterdam. Di dalam rumah itu tinggal pula teman perempuan Maria bernama Judith van Wamel. Continue reading

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments

Masih Medioker

Timnas Indonesia malang nian nasibmu lima kali masuk final lima kali pula kau gagal meraih gelar juara. Menonton timnas dari SD ketika Kurniawan dkk membantai Filipina sampai kini sudah lewat masa ABG nasibmu masih gini-gini juga timnasku.

Jika satu kali adalah kejadian, dua kali adalah kebetulan, dan tiga kali adalah pola. Maka apa namanya kalau sudah lima kali? “Aku lelah di-PHP-in mz”. Continue reading

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments

5 Cm per Second

Udah lama film anime dengan judul 5 Cm per Sec menjadi penghuni laptop. Namun baru pagi ini saya sempat menontonnya. Film ini dapet dari temen kuliah mungkin sekitar 3 tahun yang lalu. Dia bilang, saya harus menontonnya. Sebetulnya saya tidak begitu suka nonton anime tapi akhirnya saya benar-benar menontonnya dan itu baru terjadi hari ini setelah pagi tadi cape kerja bakti.

Fim ini atau saya sebut anime saja. Iya, anime ini berisi tiga episode yang semua isinya adalah tentang “cinte” bre.. (kezeul). Tiap episode memiliki keterkaitan. Ketiga episode ini yang saya tangkep sih, semuanya bercerita tentang seorang remaja bernama Takaki Kono yang kisah cintanya berbelit.

Episode pertama berjudul Oukasho (Bunga Sakura Mekar).

Jadi ceritanya Takaki Kono (laki) dan Akari Shinohara (cewe) adalah sama-sama jadi murid baru di sekolahan tingkat SD. Karena sama-sama anak baru mereka jadi mudah akrab dan saling mengenal. Selain itu mereka juga punya banyak kesamaan mulai dari sikap, sifat sampai kebiasaan. Mereka berdua sama-sama memiliki kebiasaan menghabiskan waktu di perpustakaan saat sedang istirahat. Hal itu disebabkan oleh karena mereka berdua mudah terkena penyakit apabila main di luar ruangan. Continue reading

Posted in Semacam terserah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Timnas Indonesia Belum Terlalu Gurem

Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal pada piala AFF tahun ini. Persiapan timnas Indonesia kali ini masih sama seperti pagelaran AFF sebelum-sebelumnya, yaitu tidak matang dan tidak begitu meyakinkan.

Di pertandingan pertama dengan luar biasa Indonesia berhasil meladeni Thailand yang sudah meraih juara piala AFF sebanyak tiga kali. Setidaknya dalam 75 menit Indonesia mampu mengimbangi Thailand. Bahkan ketika Indonesia tertinggal dua gol terlebih dahulu Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya dan menyamakan kedudukan. Dua gol Thailand di babak pertama bukanlah gol dengan proses yang cantik. Gol itu terjadi lebih dikarenakan oleh kesalahan pemain Indonesia sendiri. Meski pada akhirnya pertandingan dimenangkan Thailand dengan skor 4-2. Indonesia beruntung karena dengan persiapan seadanya Indonesia masih dapat memberikan perlawanan pada timnas Thailand dan tidak dibantai. Apalagi jika mengingat Thailand baru saja menahan imbang Australia di ajang kualifikasi piala dunia. Continue reading

Posted in sepakbola | Leave a comment

Fujoshi

Hujan deras, jalanan mulai tergenang. Sudah dua angkot lewat, tapi aku masih memilih duduk di sebuah bangku, di emper sebuah toko kue, untuk berteduh. Lalu seorang gadis, kutebak mungkin usianya 16 tahunan, muncul dengan seragam SMA tertutup sweater yang sedikit basah dibagian pundak dan tudungnya. Lalu dia duduk di sebelahku, satu-satunya tempat yang tersisa.

Hujan deras, jalanan mulai tergenang. Dia menoleh dan tanpa basa-basi langsung bertanya : “Pernah nonton film Batman and Robin versi Jepang, kak?” Aku menatap wajahnya sebentar, lalu menggeleng. “Emh, mau aku setelin? Ada nih di laptop aku. Batre laptop aku cukup buat nonton filmnya sampe abis. Cuma 30 menitan kok,” katanya lagi. Aku menatap wajahnya lagi lalu menggeleng. “Kakak gak tahu, ya, kalau si Joker musuhnya Batman ganteng banget di film itu?” tanyanya lagi. Aku menatap wajahnya sekali lagi, lalu menggeleng. Continue reading

Posted in cacatnya harian, cerpen | Tagged , , | 2 Comments

Sebetulnya Sepakbola Itu Gak Seru-seru Amat

Sepakbola sebuah permainan mengejar satu bola oleh dua puluh dua orang di lapangan. Ke-dua puluh dua orang itu terbagi menjadi dua regu. Setiap regu saling bahu membahu memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Caranya sangat bervariatif mulai dari yang sportif sampai yang curang. Continue reading

Posted in Semacam Tulisan, sepakbola | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Tak Kan Selamanya

Tidak akan selamanya saya menulis ‘kwetiau’. Tentu saja tidak. Walau pun sampai sekarang saya masih rajin menulisnya, menatahnya, dan menyuntingnya. Saya akan terus menulisnya sampai tulisan itu memenuhi ekspektasi kualitas tulisan yang standarnya saya buat sendiri. Standar kualitasnya tidak harus sebagus penulis-penulis hebat. Cukup dengan kualitas yang lebih baik dari waktu ke waktu. Continue reading

Posted in cacatnya harian, Semacam Tulisan | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kwetiau

Waktunya pulang. Sore itu langit masih cerah dengan udara yang tidak begitu bersih namun tetap terasa segar. Ada rasa bebas yang terpermai, karena ada letih yang akhirnya terlampiaskan sore itu. Meski sebenarnya aku masih harus menundanya. Karena ada jarak yang harus aku tempuh. Aku harus berjalan lagi beberapa ratus meter untuk sampai kamar in the cost. Continue reading

Posted in cacatnya harian, cerpen, Semacam Tulisan, Tak Berkategori | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Sang “Player”

tumblr_ob0816vs6q1tknw9zo1_250

Untuk yang sedemikian bebal berpendapat bahwa menjadi “player” itu harus ganteng atau banyak duit. Perhatikan baik-baik foto di atas, foto itu memperlihatkan dengan jelas paras dari sang “player’ yang tersohor melalui puisi-puisinya di masa lalu. Beliau adalah “Si Binatang Jalang” Chairil Anwar yang meninggal di usia muda (26 tahun). Kalu masih hidup kemarin (25 Juli 2016) usia beliau tepat 94 tahun. Untuk seorang pemuda yang keren pada masanya, wajah beliau ternyata gak ganteng-ganteng amat.

Foto ini sekali lagi membuktikan bahwa menjadi seorang player itu gak perlu ganteng, yang penting gak baperan, dan yang paling penting gak gampang mengucurkan air mata.

Tapi sebagaimana pun tangguhnya beliau, toh Chairil Anwar sampai akhir hayatnya tidak berani mengungkapkan cintanya pada Sri Ayati. 😀 😀

Posted in Semacam terserah | Tagged , , , , | 1 Comment