Burning in The Skies

Ku gunakan kayu mati untuk membesarkan api, dengan kesucian darah membakar langit. Ku isi cangkirku dengan pasangnya air laut, lalu ku tumpahkan samudra beserta puing-puing.

Ku selami asap, di dalam jembatan yang telah aku bakar. Tak perlu meminta maaf, aku kehilangan sesuatu yang tak pantas ku miliki.

Kami menahan nafas ketika awan mulai turun. Tapi kau hilang dalam serangan badai. Dan akhirnya kami dibuat untuk berpisah. Terpisah dalam ruang hati manusia.

Dalam gelap, ku selami asap tebal, di jembatan yang telah aku bakar. Jadi tak perlu meminta maaf, aku kehilangan sesuatu yang tak pantas ku miliki.

Aku melakukan kesalahan ku sendiri. Untuk jembatan yang telah aku bakar. Jadi tak perlu meminta maaf, aku kehilangan sesuatu yang tak pantas ku miliki.

Aku gunakan kayu mati untuk membesarkan api, dengan darah suci membakar langit.

Dia adalah orang yang menyesal telah membakar jalan nya sendiri. Hingga akhirnya tersesat di dalam gelap dan tebalnya asap. Dia tak perlu maaf dari siapapun yang memintanya. Karena dia sadar semua adalah kesalahannya sendiri. Dia telah kehilangan sesuatu yang tidak pantas dia dapatkan. Dia adalah yang menyia-nyiakan kesempatan yang diperoleh. Hingga akhirnya terpisah dengan ruang hati manusia.


Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in Semacam Musik, Semacam Tulisan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s