Humor Gelap

Seorang pengamen tiba-tiba naik ke dalam Kopaja bernomor jurusan 19 yang sedang saya tumpangi di depan Stasiun Sudirman, Jakarta. Pengamen itu mungkin usianya sekitar 50 tahunan berkulit coklat gelap dengan berpakaian lusuh dan seperti sedang kelelahan, terlihat dari wajahnya yang pucat serta berkeringat. Mungkin juga dia sedang kelaparan saat itu.

Seperti biasa seorang pengamen akan mengatakan kalimat-kalimat pembuka sebagai kata pengantar sebelum dia melantunkan sebuah lagu. Pada umumnya seorang pengamen akan mengandalkan kepiawaiannya dalam bermusik untuk menutupi suara vokalnya yang pas-pasan saat sedang menarik perhatian para penumpang agar mau menyisihkan sedikit uangnya. Namun, Kakek pengamen ini justru tidak bermodalkan alat musik apapun. Untuk menarik perhatian para penumpang kopaja, Kakek pengamen ini bernyanyi sambil bertingkah menirukan gaya Cita citata saat sedang menyanyikan lagunya yang berjudul ‘Sakitnya Tuh di Sini’ yang sekarang sedang sangat populer.

Kakek pengamen ini sepertinya begitu menghayati lirik dan makna lagu yang sedang populer tersebut. Dengan menunjuk-nunjuk dada kirinya ketika melantunkan lirik pada reffnya yaitu, sakitnya tuh di sini. Membuat semua mata penumpang kopaja tertuju pada si kakek yang sedang bernyanyi dan sangat menghayati lagunya. Terlihat aneh dan lucu juga menurut saya. Sedikit tersenyum dan terhibur melihat tingkahya yang memelas-melas seperti apa-apa yang terkandung dari maksud lirik lagunya.

Di sisi lain begitu miris melihat ekspresi wajah yang jelas terlihat dibuat-buat. Saya bisa menerka seperti ada kesusahan, kelelahan bahkan kelaparan yang mungkin sedang dirasakannya. Di saat para penumpang sedang merasa terhibur oleh tingkah si Kakek. Mungkin pada saat itu pula si kakek sedang mempertaruhkan gengsinya demi sesuap nasi.

Saya duduk di dekat jendela yang terbuka di kursi sebelah kiri urutan ke dua dari belakang di dalam kopaja. Setelah beberapa menit menikmati kekonyolan tingkah laku si kakek pengamen. Saya palingkan wajah ke luar jendela, seakan segan melihat wajah si kakek yang jelas-jelas menipu. Dia hanya sedang berakting layaknya pelawak di TV yang rela dibuat candaan dan ditertawai oleh banyak orang untuk menghibur dan juga sebagai bentuk profesionalisme karena bayaran yang cukup besar. Bandingkan dengan kakek pengamen ini, yang bertingkah konyol, hanya demi sesuap nasi. Mungkin cuma itu, mungkin tak lebih.

=============================================================

Istilah “humor gelap” diperkenalkan pemikir Prancis, Andre Breton, pada 1940 melalui bukunya yang berjudul Anthologie de l’humour noir atau Antologi Humor Gelap. Istilah ini berkembang sedemikian rupa dan punya makna yang cukup luas. Dalam bahasa Inggris kadang diterjemahkan menjadiblack comedy atau komedi hitam. Salah satu ciri dari humor gelap adalah kehadiran senyum yang diimbuhi rasa agak muram, gelak tawa yang menyisakan kepedihan, kegembiraan tapi memuat kesedihan, hal ihwal yang membuat rileks tapi sekaligus tidak nyaman.

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in cacatnya harian, Semacam Tulisan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s