Ingatan yang Tertulis di Angka 22 (Tribute to 6 April 1993)

Hidup adalah waktu tersisa diisi sebelum kalah. Kamu memang seperti harus hidup sampai hari ini kan? Coba ingat, berbagai macam masalah serta persoalan yang telah kamu hadapi. Nyatanya kamu bisa lalui dan terus hidup dengan itu kan? Jangan heran, tuhan selalu mempunyai rencana khusus untukmu, semua rencana yang harus kamu yakini pasti yang terbaik. Waktu masih tersisa untukmu, untuk bisa berbuat sesuatu yang keren. Hidupmu lebih dari sekedar bernafas walaupun yang sekedarnya itu juga harus tetap kamu syukuri. Namun, lebih bermakna dari itu hidupmu juga perlu berguna untuk dirimu dan juga orang lain. Orang lain yang hidup menemanimu bergerak bersama waktu. Dan jangan lupa, kamu yang pernah hidup perlu dirasa ada. Maka penting untuk membuat kesan, agar apabila kamu telah tiada kamu sudah siap dengan bukti bahwa kamu pernah ada, entah itu apa, tapi jangan sia-sia pernah hidup sebagai manusia ya itu makhluk yang disebut paling mulia.

Sekarang kamu telah sampai pada hari ini lagi. Di hari pada tanggal yang sama dengan tanggal di mana kamu harus lahir ke dunia. Hari pertama di mana kamu mulai menuliskan sebuah cerita. Cerita spesial khas dirimu yang lahir sebagai dirimu sendiri. Bersama orang-orang yang menanti kelahiranmu lalu menyayangimu dan juga bersama lima milyar manusia lainya saling berbagi irisan ingatan dan kenangan sepanjang hidupmu.

Saling membagi kenangan dan ingatan bersama orang di sekelilingmu itu hal penting. Yang mengikat kamu dengan yang lain ke dalam satu hayat bersama. Di situ kamu akan menemukan persilangan-pertemuan ingatan dan kenangan, dan pada persilangan-pertemuan itulah kamu akan rasakan hayat yang bersama saling menegakkan. Persilangan-pertemuan ingatan dan kenangan itulah yang disebut sebagai memory kolektif antara dirimu dan lima milyar lebih individu lainnya yang sedang bersamamu hidup di bumi. Bumi yang sedang bergerak mengitari matahari. Matahari yang sedang mengitari pusat galaksi dan seterusnya.

Sampai di detik ini Alhamdulillah kamu masih hidup. Tentu sudah banyak cerita manis dan pahit yang kamu lalui bersama mereka yang silih berganti mengisi cerita-cerita hidupmu dari masa silam. Cobalah ingat semua yang pasti kamu ingat. Dengan sendirinya lalu kamu sadari lagi bahwa tidak semua cerita masa lalumu adalah bagus. Ketika berusaha mengingat masa manismu selalu terkenang pula masa pahitmu. Dan sekarang akhirnya kamu paham jika ingatan adalah anak yang sah dari masa silam, maka kamu juga harus menerima jika kenangan ialah anak haram dari masa silam.

Kamu sesekali rindu untuk bertemu dengan orang-orang yang pernah berbagi cerita dalam persilangan-pertemuanmu di masa lalu. Ingin saling bercerita kembali dengan ungkapan yang terlontar sembari memainkan ingatan-ingatan yang memang ingin kamu ingat dan kamu harap mereka juga ingat. Cerita-cerita yang dengan bangga selalu kamu ingat dan akhirnya kamu harus belajar bagaimana ingatan dan kenangan itu ternyata saling bersilangan, beririsan dengan banyak orang yang pernah kamu temui. Namun. Kamu pun harus sadari bahwa beberapa ingatan dan kenangan diantaranya justru malah saling memunggungi dan menampik. Dan ternyata bercerita tentang masa lalu memang selalu melibatkan ingatan yang disunting, kenangan yang diedit, juga memory yang dihapus.

Ceritamu belum selesai, masih ada sisa kertas kosong untuk dibubuhi tulisan-tulisan ceritamu. Hari ini kamu boleh membaca kembali apa yang sudah kamu tulis dibelakang. Namun hidup masih berlanjut ceritamu belum usai, masih ada orang-orang yang akan kamu temui dan mulai terpatri dalam ingatanmu. Mudah-mudahan menyenangkan melanjutkannya. Bersenang-senang hidup di dunia sambil menulis laporan sebagai bekal untuk nanti sampai di akhirat tanpa ada revisi.


Sadarilah ternyata sejarah dan peristiwa-peristiwa besar tidak lebih penting daripada kenangan dan ingatan masing-masing. πŸ™‚

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in cacatnya harian, Semacam Tulisan and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ingatan yang Tertulis di Angka 22 (Tribute to 6 April 1993)

  1. apopsmile says:

    aku terharu membacanya 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s