Metode Memisah Oli dengan Air

Hey bung, tau kah kamu ketika kamu bilang kamu sama pacar kamu itu sudah seperti air dan minyak tidak mungkin bersatu. Sekarang saya mulai ragu dengan kalimat analogi macam itu. Karena pada kenyataanya memisahkan air dengan oli lumayan harus mikir loh. Coba aja kamu liat kerut dahi mereka para engineer yang dapet masalah karena minyak tumpah ke laut dan mencemari lingkungan.

Oke berikut ini adalah beberapa metode yang digunakan untuk memisahkan air dengan oli. Atau lebih tepatnya menyerap oli yang tercampur di dalam air(sebetulnya tidak benar-benar tercampur) karena oli tidak larut ke dalam air.

A. Metode Gravity Setling

Prinsip kerjanya adalah perbedaan density minyak dengan air, dimana air mempunyai density yang lebih besar daripada minyak, maka dengan menempatkan campuran air dan minyak tersebut pada suatu tempat yang tenang, maka air akan mengendap dan terpisahkan dari minyak.

Dari sejarah perkembangan, telah dibuat berbagai jenis alat pemisah minyak dari yang sangat sederhana, kemudian dimodifikasi dan disempurnakan dengan tujuan mendapat efisiensi pemisahan sebesar mungkin. Adapun untuk memenuhi kebutuhan tersebut telah dirancang beberapa metode alat pemisahan minyak yaitu:

  1. Interceptor dengan berbagai sekat (baffles) yaitu:
  2. Multiple partial transverse baffles
  3. Top and bottom transverse baffles
  4. Transverse and longitudinal baffles
  5. Paralel Plate Interceptor (PPI)
  6. American Petroleum Institute (API)

Interceptor Separator American Petroleum Institute (API) adalah suatu pemisah gravity jenis bak horizontal yang berbentuk sekat dengan penggaruk minyak di atasnya. Separator ini juga mempunyai prinsip kerja yang sama dengan model separator oil trap yakni dengan menggunakan sistem gravitasi yang memakai perbedaan densitas. Jenis bak ini banyak digunakan dari bahan beton (concrete) ataupun bahan lainnya. Sebagaimana umumnya bak pemisah horizontal, maka dua hal yang tidak dapat dipenuhi sebagai bak pemisah ideal adalah masalah turbulensi dan stabilitas pengendapan (Anonim, 1994). Oleh karena itu dengan separator API/oil trap, partikel-partikel di bawah 150 mikron tidak dapat dipisahkan dari air limbah. Karena mudahnya pembuatan dan bentuknya yang sederhana, separator ini masih banyak digunakan terutama bila diketahui bahwa partikel minyak dalam air mempunyai ukuran di atas 150 mikron.

  1. Corrugated Plate Interceptor (CPI)

Pada dasarnya prinsip kerja dari CPI sama dengan separator API. Akan tetapi di dalam CPI ditambahkan plate-plate fiberglass yang tersusun paralel dengan kemiringan 45°-60°. Plate-plate ini dapat berfungsi menambah luas penampang lintang dari aliran atau mengurangi lintasan butiran partikel minyak ke permukaan sehingga butiran minyak yang telah terkumpul di bawah permukaan plate dapat mengumpul lebih lanjut atau meluncur ke atas permukaan air, plate juga berfungsi untuk mempersingkat jarak tempuh partikel minyak di dalam fase air sehingga pembentukan lapisan minyak dapat lebih cepat dan juga mengatur alirannya agar lebih laminer. Minyak yang terkumpul pada permukaan akan langsung masuk ke skim pipe. Alat ini mampu memisahkan partikel-partikel yang dipakai di industri-industri yang lebih kecil yaitu di bawah 150 mikron. Alat ini banyak dipakai di industri-industri karena selain hemat tempat juga hemat biaya pembuatan serta pemeliharaan dibandingkan dengan alat pemisah sebelumnya. Selain itu ada beberapa keuntungan dari Corrugated Plate Interceptor yaitu:

  1. Peningkatan metode pemisahan minyak dari air.
  2. Aliran laminer antara piringan atau plate-plate.
  3. Distribusi aliran yang efektif tidak dipengaruhi oleh angin.
  4. Konstruksinya murah khususnya dalam bahan tahan asam.

Efisiensi dari suatu alat pemisah minyak-air adalah berbanding terbalik dengan perbandingan tentang laju keluarnya pada unit area permukaan. Suatu area permukaan alat pemisah dapat ditingkatkan oleh instalasi dari plat paralel di dalam ruang alat pemisah. Dalam keadaan dimana ruang yang tersedia untuk suatu alat pemisah terbatas, area permukaan yang ekstra yang disediakan oleh suatu unit parallel-plate yang tersusun rapi membuat parallel-plate dari alat pemisah tersebut menjadi alternatif yang menarik pada alat pemisah yang biasa. Aliran yang melalui suatu unit parallel-plate dapat menjadi dua atau tiga kali dari suatu alat pemisah biasa yang sepadan.

Sebagai tambahan terhadap peningkatan area permukaan alat pemisah, kehadiran dari plat parallel dapat mengurangi kecenderungan ke arah kontak yang lebih cepat dan mengurangi pergolakan di dalam alat pemisah, dengan begitu efisiensi dapat ditingkatkan. Plat pada umumnya dipasang dalam posisi miring untuk mendorong minyak yang terkumpul pada bagian bawah plat untuk dipindahkan ke permukaan alat pemisah, sedangkan lumpur yang terkumpul di atas plat akan mengendap ke dasar pemisah. Untuk meningkatkan koleksi minyak dan lumpur, plat biasanya berkerut/berombak-ombak.

Secara umum, parameter yang digunakan untuk perancangan alat pemisah yang konvensional adalah juga digunakan untuk ukuran parallel-plate sistem maksimum (desain) aliran air limbah, bobot jenis dan kekentalan dari fase air limbah mengandung air, dan bobot jenis air limbah minyak.

Pada penelitian pemisahan minyak ini, menggunakan metode gravity setling, dimana air mempunyai density yang lebih besar daripada minyak, maka dengan menempatkan campuran air dan minyak tersebut pada suatu tempat yang tenang, maka air akan mengendap, lapisan minyak (oil layer) akan mengapung sehingga terjadi pemisahan antara air dan minyak dikarenakan oleh berat jenis molekul. (Hodson, and Kilbourne, 1998).

B. Metode Kimia

Pemisahan minyak-air berupa emulsi dengan metode kimia adalah penambahan zat kimia ke dalam larutan emulsi tersebut. Chemical agent ini mempunyai sifat kecendrungan yang lebih kuat untuk menempati partikel air dibanding kecendrungan yang dimiliki emulsifyng agent. Sifat kecenderungan yang lebih besar untuk menempati permukaan partikel air tersebut mengakibatkan molekul amulsifyng agent yang mula-mula menempati partikel air menjadi terdesak dan lari menyebar ke fase minyak. Dengan terdesaknya molekul tersebut, maka kedudukannya digantikan oleh molekul chemical agent. Chemical agent ini mempunyai molekul-molekul yang lebih kecil dibanding dengan molekul-molekul pada emulsifyng agent. Lapisan film ini ternyata tidak menghalangi gaya tarik menarik antar molekul air, sehingga dengan demikian partikel-partikel air akan saling bertumbukan dan membentuk butiran yang lebih besar sehingga memungkinkan pengendapan secara gravitasi terjadi. Banyak zat-zat kimia (reagen) yang dijual di pasaran, misalnya Visco (nalco), Aquanox (Baker) dan lain-lain. Pemilihan zat kimia yang akan tergantung pada sifat-sifat emulsinya. Perusahaan-perusahaan penyediaan zat kimia membantu perusahaan-perusahaan minyak dalam hal pemilihan zat kimia yang akan dipakai. Setelah mereka menguji secara kuantitatif dan kualitatif pada emulsi minyaknya, sifat-sifatnya dapat diketahui misalnya gravitasi minyak, grafik temperatur vs viskositas minyak dan lain-lain. Data-data tersebut perlu untuk menentukan reagen mana yang akan dipakai, berapa banyaknya, bagaimana temperaturnya, dan lain-lain.

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in Zona Intelek and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s