Intro Negeri Pukimak

Perkenalkan. Ini pagi-pagi sekali suasana di negeri kami, negeri Pukimak. Mandi setelah bangun pagi bukan kebiasaan di negeri kami. Ada segelintir yang mandi jika ingin, tapi itu bukan keharusan, itu semacam terserah. Segelintir yang lainnya ada yang langsung cuci muka, beribadah, tidur lagi dan macam-macam.

Negeri Pukimak bersahabat dengan negeri Jancukers dan The Panas Dalam. Negeri Pukimak juga berhubungan baik dengan negeri Bebek dan negeri Guyon. Di negeri pukimak pemerintah bebas foya-foya pake uang sendiri, kalau punya. Negeri pukimak negara miskin tapi makmur. Kebutuhan negara apa-apa import minta ke luar negeri. Ngutang juga ke bank dunia, pinjem uang sana-sini dibayarnya nanti tiga hari sebelum kiamat.

Penduduk negeri pukimak asik-asik, ramah-ramah dan gak pernah marah-marah. Mereka jarang sakit, tidak perlu sekolah. Tapi cukup sandang, pangan, dan papan. Seperti pada suasana pagi ini di pasar. Suasana yang sudah ramai bersama para pedagang yang sedang asyik nyanyi-nyanyi. Ada yang lagu dangdut, metal, pop, keroncong, semua ada pokoknya. Dan ini percakapan pedagang beras dengan pembeli di pasar negeri Pukimak.

“Om, om, beras berapa seliter?” Pembeli tanya harga beras.

“9 ribu.” Jawab tukang beras. Ribu itu, nama mata uang negeri pukimak loh.

“Ah murah banget anjeh.”

“Atuh kan harga BBM lagi naek.”

“Di negara orang aja udah 13 ribu Om, gara-gara BBM naik.”

“Biarin atuh, biar hari ini Om jadi rugi dagangnya. Bosen tiap hari untung melulu.”

“Euh ya udah, beli berasnya 2 liter ya Om.” Sambil ngasih uang 50 ribu. “Ga usah dikembalian Om, ambil aja kembaliannya.” Katanya lagi.

“Oke, makasih.” Pedagang bilang makasih, bukan terima kasih, karena gak mau dikasih-kasih.

Lalu pembeli pergi tidak membawa beras yang dibelinya. Ini negeri Pukimak. Gak ada pedagang yang merasa rugi. Sampe-sampe pedagang bosen merasa untung melulu. Di negeri Pukimak ini rakyat makmur berkecukupan sandang, pangan, papan. Negeri ini juga gak punya penjara untuk mengurung para pelaku kriminal termasuk maling, karena malingnya udah kaya raya semua. Tiap mau maling berhasil terus. Karena penduduk negeri Pukimak udah biasa pajang barang-barang berharga di luar rumah. Gak jarang barang-barang tersebut diberi tulisan SILAHKAN AMBIL SAJA, SAYA BISA BELI LAGI.

Begitulah sedikit cerita tentang negeri Pukimak yang ada di bumi ini. Negeri tanpa ilusi dan basa-basi. Nanti mungkin cerita lagi tentang para pemerintah negeri Pukimak. Termasuk tentang kepala pemerintahannya yang disebut Presiden. Tapi nanti, nanti kalau saya udah gak ngantuk.

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in Pukimak, Semacam Tulisan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s