Izanami vs Izanagi dalam konflik PSSI vs Menpora

Dalam serial anime Naruto ada satu jurus ilusi yang digunakan oleh Itachi Uchiha untuk mengalahkan Kabuto yang sudah gila dan ingin membuat takdir dengan berlaku seenaknya sendiri. Nama jurus yang digunakan Itachi adalah izanami. Izanami adalah jurus terlarang dari klan uchiha yang dapat menentukan takdir seseorang. Meskipun dikatakan untuk menentukan takdir, namun sebenarnya izanami digunakan agar seseorang menerima takdirnya sendiri. Seseorang yang terkena jurus ini akan memasuki dunia ilusi berupa siklus peristiwa yang tidak akan pernah berakhir sampai orang yang terkena jurus tersebut mengakui takdirnya. Misal bentuk kejadian dengan urutan 1,2,3. Maka selanjutnya akan kembali lagi ke peristiwa 1. Dan siklus akan terus berlanjut dari 1,2,3, kembali ke peristiwa 1, dan begitu seterusnya sampai dia mengakui bahwa urutan setelah peristiwa 1,2,3, adalah 4. Maka dia akan terlepas dari jurus ilusi izanami tersebut.

Sebenarnya Jurus izanami diciptakan untuk menghentikan jurus izanagi. Izanagi adalah jurus terlarang yang dapat merubah kenyataan menjadi ilusi. Jurus izanagi digunakan oleh si pengguna jurus untuk mengontrol sebuah realita menjadi sebuah ilusi semata. Dengan ini memungkinkan pengguna izanagi dapat merubah takdirnya sendiri, sehingga pengguna dapat selamat dari luka. Secara keseluruhan pengguna izanagi dapat mengubah takdir yang harusnya dia alami. Jika si pengguna gagal dalam melakukan sesuatu, atau kalah dalam pertarungan, si pengguna dapat mengulanginya lagi dari awal.

Namun jurus izanagi membuat penggunanya akan menjadi sombong dan arogan. Apabila pengguna izanagi semakin banyak maka mereka akan berebut hasil di dalam ilusi yang mereka gunakan. Sehingga untuk menghentikan para pengguna izanagi dari kearoganan dan ilusi. Maka diciptakanlah sebuah jurus untuk menghentikan izanagi, yaitu izanami. Sebuah jurus yang dapat meluruskan takdir seseorang.

Setelah penjelasan mengenai jurus izanagi dan izanami, sepertinya menarik bila dikait-kaitkan dengan konflik PSSI dan Menpora yang sedang terjadi saat ini. Anggap saja orang-orang di dalam PSSI adalah pengguna jurus izanagi yang terus-menerus merubah realita menjadi ilusi dalam sebuah pertandingan sepakbola. Seperti kita tahu dan sering mendengar bahwa banyak pertandingan sepakbola di negeri ini yang diakal-akali, dengan hasil pertandingan yang sudah bisa ditebak. Isu-isu tentang mafia bola ada di mana-mana. Penyogokan wasit, pemain dan perangkat pertandingan menjadi kecurigaan-kecurigaan yang terus mewarnai pertandingan sepakbola di negeri ini.

Seperti menggunakan izanagi, mafia-mafia dalam tubuh PSSI tersebut dapat merubah takdir tim yang seharusnya kalah tiba-tiba menjadi menang begitu juga sebaliknya. Mafia-mafia terus menggunakan izanagi untuk berebut hasil pertandingan sehingga pertandingan yang kita liat tidak lebih dari sebuah ilusi. Realita sepakbola sudah tidak ada lagi karena yang kita lihat tidak lebih dari pertandingan yang sudah diakal-akali. Sampai puncaknya tentu masih kita ingat dengan pertandingan sepakbola gajah PSS vs PSIS. Pertandingan sepakbola yang di luar akal sehat, ke dua tim seperti sedang dikendalikan jurus izanagi. Kedua tim yang harusnya berjuang meraih kemenangan malah berlomba-lomba untuk kalah dengan cara mencetak banyak-banyak gol ke gawang sendiri.

Lalu datanglah menpora sebagai pengguna jurus izanami yang dapat menghentikan jurus izanagi. Menpora memberikan surat pembekuan kepada PSSI yang berujung hukuman dari FIFA. FIFA menghukum PSSI untuk tidak dapat berpartisipasi dalam pergaulan sepakbola internasional. Sepertinya menpora tidak akan mencabut surat pembekuannya apabila PSSI tidak kembali pada takdirnya dan mengembalikan sepakbola sebagai pertandingan realita tanpa ilusi. PSSI yang terus menggunakan alasan mengikuti statuta FIFA untuk menakuti orang-orang yang ingin meluruskan takdirnya kali ini harus menyerah. Apabila PSSI tidak menyerah dengan izanagi dan keyakinannya maka PSSI akan terus menerus terjebak dalam siklus peristiwa yang sama, terus terjebak di dalam sangsi FIFA selama-lamanya. Satu-satunya jalan keluar adalah PSSI harus memilih jalan takdirnya kembali ke realita sepakbola tanpa ilusi.

Namun baik izanagi maupun izanami memiliki resiko yang sama bagi penggunanya yaitu mengalami kebutaan pada sebelah matanya. Menpora menjadi buta atas nasib setiap pemain bola dan seluruh perangkatnya akibat dari pembekuan PSSI. Dan PSSI menjadi buta atas prestasi yang seharusnya menjadi tujuan utama mereka menyelenggarakan kompetisi sepakbola. Alangkah baiknya mereka sama-sama membuka mata untuk memajukan sepakbola ke arah yang lebih baik dengan menggunakan jurus andalan Naruto. Yaitu jurus ngebacot sampai mereka bisa berdamai dan saling mengerti.

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in Semacam Tulisan, sepakbola and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s