PERJANJIAN SELASIH 19-09-2015

Perjanjian Selasih diusulkan Pak Harianto disela-sela acara syukuran kelulusan TPKM POLBAN angkatan pertama. Sambil menunggu nasi liwet yang kami pesan tiba-tiba saja beliau mengusulkan untuk mengadakan perjanjian yang harus disepakati antara kami mahasiswa dengan para dosen. Acara syukuran yang hanya dihadiri 15 mahasiswa dan 6 dosen tersebut diminta untuk menyepakati perjanjian Selasih. Perjanjian Selasih dibuat dengan tujuan kemajuan bersama khususnya untuk prodi TPKM di masa depan.

Isi perjanjian tersebut adalah:

  1. Alumni TPKM perlu mengusahakan untuk berkumpul setiap setahun sekali sebagai ajang silaturahmi dan sharing bersama mahasiswa TPKM angkatan selanjutnya.
  2. Masing-masing almuni TPKM perlu menyumbang soal kasus perancangan yang ada di dunia industri sesungguhnya untuk diselesaikan mahasiswa TPKM yang masih aktif kuliah.

Point pertama perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa juga dengan almamaternya. Selain itu dilakukan juga sharing. Sharing atau berbagi informasi tentang kemajuan industri dapat membuat pengetahuan kita menjadi lebih luas dan sangat bermanfaat pula bagi mahasiswa angkatan selanjutnya yang masih menuntut ilmu.

Point ke dua, adalah aplikasi dari hasil dari sharing yang telah dilakukan. Setelah berbagi informasi tentang kemajuan industri tentu banyak masalah yang harus dihadapi. Masalah-masalah tersebut bisa menjadi contoh kasus yang dapat dipelajari oleh mahasiswa dan juga untuk melatih kemampuannya. Dengan berjalannya ke dua point perjanjian tersebut diharapkan prodi TPKM dapat tesus berkembang dan mencapai cita-citanya.

Nama Selasih dipakai untuk memudahkan kami dalam mengingat perjanjian tersebut. Selasih adalah nama tempat berlangsungnya acara syukuran kami yaitu di Rumah Makan Selasih, Cikutra, Bandung. Mengadopsi sebuah nama tempat dibuatnya suatu perjanjian untuk menamai perjanjian yang telah disepakati adalah hal yang biasa. Meski biasa, perjanjian semacam itu seringkali mejadi awal dari sejarah. Sebagaimana perjanjian-perjanjian besar yang telah tercatat dalam sejarah. Seperti misalnya perjanjian Kalijati, perjanjian yang isinya adalah Belanda yang menyerah tanpa syarat terhadap Jepang. Atau perjanjian yang dinamai berdasarkan nama bentuk dan/atau benda tempat disetujuinya sebuah perjanjian. Seperti Konferensi meja bundar di Belanda yang isinya perjanjian bahwa Belanda telah mengakui kedaulatan republik Indonesia serikat. Konon perjanjian besar tersebut disetujui di atas meja bundar maka dinamailah perjanjian tersebut Konferensi Meja Bundar. Sayang, ketika itu kami menyetujui perjanjian di atas meja kotak yang beruntui. Mbok yo mosok kami namai perjanjiannya “Meja Kotak Beruntui”. Kan kurang ear catching toh. Maka dari itu dinamailah perjanjian yang belum tentu kami sepakati tersebut Perjanjian Selasih.

Perjanjian belum tentu betul-betul disepakati karena memang ketika itu berlalu saja dalam suasana santai. Lagi pula Pak Harianto mengusulkan perjanjian itu gak serius-serius amat. Tapi dari perjanjian yang tidak kelewat serius tersebut apabila dicermati ada baiknya juga apabila perjanjian tersebut benar-benar disepakati dan terlaksana. Kami seperti sedang membuat tradisi baru untuk kebaikan prodi kami ini. Prodi yang baru saja akan meluluskan angkatan pertamanya tanggal 26 September 2015 ini. Mudah-mudahan jadi sejarah yang baik untuk kedepannya.

Seperti tradisi atau budaya kuno yang sekarang ini mati-matian dipertahankan oleh segelintir orang yang peduli. Mereka tidak rela apabila tradisi yang sudah ada sejak lama lenyap begitu saja ditelan kemajuan zaman. Padahal boleh jadi tradisi yang mereka jaga mati-matian itu adalah tradisi yang diciptakan oleh orang-orang yang sedang bercanda. Maka boleh lah kami sebagai putra sulung TPKM POLBAN menyepakati perjanjian hasil guyonan Pak Harianto ini bersama Orangtua kami yang melahirkan prodi TPKM (Sebut saja tim 7).

Terima kasih.. Untuk segala-galanya..

“Jangan percaya mulut lelaki, berani bersumpah tapi takut mati.” Pidibaiq

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in cacatnya harian, Semacam terserah, Semacam Tulisan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s