Ingin dan Angan

Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk menginginkan sesuatu dan kemudian tak menginginkannya lagi.

Berapa kali dalam hidupmu menginginkan sesuatu, kemudian keinginan itu terpenuhi, dan seiring waktu berlalu sesuatu yang (pernah) diinginkan itu tak lagi diinginkan, kemudian didiamkan, diabaikan lalu dicampakkan. Sebutlah itu pakaian, atau sepatu, atau kendaraan. Mungkin karena yang diinginkan itu tak lagi menarik, tak lagi memukau dan tak lagi mengairahkan. Mungkin juga karena sudah aus dan usang. Atau karena sudah menua, kusut dan akhirnya keriput, berlemak, ditambah melemah, lembek, tidak lagi berani berdiri sendiri untuk sementara waktu.

Tapi banyak juga orang yang menyia-nyiakan waktu dengan menginginkan sesuatu dan kemudian tak menginginkannya lagi walau keinginan itu belum sempat terpenuhi. Masih mending menginginkan sesuatu dan kemudian tak menginginkannya lagi saat keinginan itu sudah terpenuhi. Lha ini? Belum juga terpenuhi keinginan itu, malah sudah tak menginginkannya lagi. Berganti dengan keinginan yang lain, keinginan yang berbeda, keinginan yang baru.

Bukan tidak mungkin jika dari situ kita bisa menarik garis batas yang agak jelas antara “menginginkan sesuatu” dengan “mengangankan sesuatu”.

“Menginginkan sesuatu” anggaplah sebagai hasrat yang sanggup mengerahkan semua potensi kemanusiaan yang dimilikinya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sementara “mengangankan sesuatu” tak lebih dari hasrat yang tak pernah berhasil mengerahkan semua potensi kemanusiaan yang dimilikinya untuk mengejar, mendapatkan dan merealisasikan apa yang diinginkan – sekadar berhenti menjadi angan dan khayalan. Yang pertama sanggup menggerakkan, yang kedua tak mampu menggerakkan.

Pikiran manusia selalu dipenuhi dengan keraguan yang tak terbatas. Keinginan dan keengganan sesungguhnya selalu terlibat dalam adu panco yang tak akan pernah usai. Dalam adu panco di mana kedua kontestannya punya kekuatan yang sama, yang akan menjadi penentu kemenangan bukanlah kekuatan otot, tapi kekuatan NIAT.

 

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in cacatnya harian, Tak Berkategori and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s