Masih Medioker

Timnas Indonesia malang nian nasibmu lima kali masuk final lima kali pula kau gagal meraih gelar juara. Menonton timnas dari SD ketika Kurniawan dkk membantai Filipina sampai kini sudah lewat masa ABG nasibmu masih gini-gini juga timnasku.

Jika satu kali adalah kejadian, dua kali adalah kebetulan, dan tiga kali adalah pola. Maka apa namanya kalau sudah lima kali? “Aku lelah di-PHP-in mz”.

Sudah sedari Ilham Jaya Kesuma, Gendut Doni, dan Bambang Pamungkas orang Indonesia yang sempat menjadi topskor piala AFF di saat Indonesia melaju sampai ke final dan akhirnya ya tumbang juga. Itu juga sempat jadi mitos bahwa jika pemain Indonesia jadi topskor maka mereka akan masuk final tapi tidak juara. Lha.. wong pas gugur di fase grup atau semifinal kan lebih parah lagi. Juara enggak topskor juga enggak. 2010 trend-nya udah ganti, kita masuk final tapi gak dapet topskor, orang kita dapet pemain terbaik yaitu Bang Utina.

Jadi gimana? Dari AFF ke AFF hasilnya PHP mulu. 2010 kita salahin Nurdin, 2012 dualisme, 2014 persiapan mepet, 2016 sangsi FIFA. Padahalmah kalian udah dilapangan mah mainnya tetap gitu kok, gak ada jaminan kalo PSSI beres timnas langsung berprestasi juga. Sepakbola kita ya memang segitu-gitunya untuk saat ini.

Saya sih udah usaha sebisa mungkin untuk gak sinis sama timnas dan segala perjuangannya. Saya juga kalau kebetulan jadi pemain bola dan berkesempatan main di timnas pasti memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk membuat Indonesia jadi pemenang, jadi sang juara. Tapi kalau pada akhirnya tumbang-tumbang mulu ya kesel juga sih. Maka saya adalah salah satu orang yang mewajarkan tindakan Abduh Lestaluhu saat menendang bola ke bench Thailand. Itu adalah ekspresi jujur kekesalan atas kegagalan yang masih bisa diterima akal sehat menurut saya. Meski jika itu pemain yang memiliki mental baja tempa hasil heat treatment seperti Bambang Pamumgkas mungkin tidak akan pernah sampai melakukannya. BP juga sudah merasakan banyak tumbang di final bersama timnas Indonesia dan tak sekalipun ekspresi kekecewaanya dilakukan macam yang Abduh buat. Ya lain BP lain Abduh lah.

Jadi kapan Indonesia mengangkat trofi AFF? Apakah jika Thailand, Singapura, Vietnam, dan bahkan Malaysia sudah selevel Australia. Ketika piala AFF sudah dianggap gak level lagi, sudah gak bergengsi lagi, sampai akhirnya mereka gak mau ikut ambil bagian? Sementara Indonesia masih haus akan AFF, lalu bertanding lawan klub sisanya. Pfffft

Tenang-tenag. Adek kuat kok bang. Setia menanti abang-abang jadi juara. Meskipun sudah menulis beginian. Tapi adek akan terus mendukung abang sampai entah, mungkin sampai sepakbola tak ada lagi. Ya gitu deh bang adek lelah bang adek lelah.

Ini tulisan dibuat sekali jadi. Mungkin kapan hari bakal ditarik kembali dan masuk tong samfah. Tapi maaf sampahnya saya bagi dulu tanpa disunting, tanpa diedit, tanpa dibaca dulu. Tapi toh tulisan saya sama saja masih berantakan.

Salah anget-anget kuku.. Korban PHP kwetiau #NyingAh

Advertisements

About bit_90

Mahasiswa yang Alhamdulillah sudah lulus dan bergelar SST. Saya tidak sedang menulis. Saya sedang berak..
This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

2 Responses to Masih Medioker

  1. DYF says:

    Memang kesel kalau mikirin timnas nggak pernah juara padahal 5 kali masuk final. Sementara tim-tim seperti Malaysia & Vietnam sudah pernah. Moga-moga PSSI cepet sadar dan berbenah biar kita nggak keduluan sama Filipina juara AFF.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s